Site Loader

PENGGUNAAN MAJAS PERSONIFIKASI PADA
PUISI “BERSAMAMU KETIKA SENJA”, “AKU MEMBAWA ANGIN”, “AKU MENUNGGU BUNGA”

 

MAKALAH

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

diajukan
untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia

 

disusun
oleh:

Fitriani
Rasela (10010217217)

Yovanka
Graciela (10010217226)

 

 

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

BANDUNG

2017

 

KATA PENGANTAR

 

Puji
dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya. Sehingga dengan izin-Nya .

 

Penyusun
laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 
KATA PENGANTAR.. 2
DAFTAR ISI 3
BAB 1. 4
PENDAHULUAN.. 4
1.1      Latar belakang. 4
1.2      Rumusan Masalah. 4
1.3      Tujuan Penelitian. 5
1.4 Manfaat 5
BAB 2. 6
TINJAUAN PUSTAKA.. 6
2.1      Majas. 6
2.2      Majas Personifikasi 6
2.3 Ciri-ciri Majas Personofikasi 6
2.4 Puisi 6
BAB 3. 7
PEMBAHASAN.. 7
BAB 4. 8
PENUTUP. 8
Simpulan. 8
Saran. 8
DAFTAR PUSTAKA.. 9
LAMPIRAN.. 10
 

 

 

 

 

 

BAB 1

 PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Dalam
penyusunan makalah ini kami akan membahas mengenai majas persoifikasi yang
terdapat pada puisi “Bersamamu Ketika Senja”, “Aku Membawa Angin”, “Aku
Menunggu Bunga”. Menurut kami majas ini sangat menarik

Majas
personifikasi adalah salah satu majas dalam bahasa Indonesia. Personifikasi
adalah majas yang memeberikan sifat-sifat manusia pada benda mati jenis majas
ini berupa ungakapan yang memberikan perilaku manusia pada benda atau sesuatu
yang bukan manusia.

Tarigan
(1985: 17) berpendapat personifikasi atau pengisanan adalah jenis majas yang
meletakan sifat-sifat insan kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang
abstrak. Personifikasi adalah gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda
mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memilki sifat-sifat
kemanusiaan. Pokok yang digambarkan itu seolah-olah berwujud manusia baik dalam
tindak-tanduk, perasaan dan perwatakan manusia. 

 

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai
berikut:

1.      Ada
berapa majas personifikasi dalam puisi “Bersamamu Ketika Senja”, “Aku Membawa
Angin”, “Aku Menunggu Bunga”?

2.      Bagaimana
penggunaan majas personifikasi dalam puisi “Bersamamu Ketika Senja”, “Aku
Membawa Angin”, “Aku Menunggu Bunga”?

 

1.3  Tujuan Penelitian

Tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.      Uuntuk
mengetahui jumlah majas personifikasi dalam puisi “Bersamamu Ketika Senja”,
“Aku Membawa Angin”, “Aku Menunggu Bunga”.

2.      Untuk
mengetahui penggunaan majas personifikasi dalam puisi “Bersamamu Ketika Senja”,
“Aku Membawa Angin”, “Aku Menunggu Bunga”.

3.     
 

1.4 Manfaat

Manfaat
penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.      Sebagai
pengembangan keilmuan di bidang bahasa

2.      Sebagai
rujukan atau referensi untuk penelitian selanjutnya

3.       

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1  Majas

Majas
dikatakan gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam
tertentu untuk memperoleh efe-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra
semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulisan sastra dan cara khas
dalam menyampaikan pikiran dan perasaan baik secara lisan maupun tulisan. (Wikipedia)

Majas
adalah gaya bahasa yang indah bertujuan untuk mempercantik susuanan kalimat
atau memberikan kesan tertentu kepada pembaca baik lisan maupun tulisan.

Majas
ini menciptakan kesan kata-kata yang lebih imajinatif sehingga memperoleh
nuansa tertentu oleh sebab itu,memperoleh efek-efek tertentu yang membuat karya
sastra semakin hidup. Majas digunakan dalam penulisan karya sastra.

2.2  Majas
Personifikasi

Majas
personifikasi adalah majas yang meletakan suatu benda mati sehingga seolah-olah
memiliki sifat seperti benda hidup. Majas personifikasi ini memiliki gaya
bahasa perbandingan, yaitu membandingkan benda mati atau tidak dapat bergerak
sehingga benda mati tersebut tampak bernyawa dan dapat berlaku seperti manusia.
Oleh sebab itu, majas ini dikenal juga sebagai majas perbandingan. Dimana majas
personifikasi berfungsi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai
situasi yang dilukiskan dan memberikan 
bayangan angan yang konret. Penggunaan majas personifikasi banyak juga
ditemukan dalam jenis karya sastra, misalnya cerpen, puisi, lagu, dll

2.3  Ciri-ciri Majas
Personofikasi

Ciri
majas ini merupakan pilihan kata yang menggunakan sifat manusia pada benda mati
tersebut. Majas personifikasi dikategorikan sebagai majas perbandingan yitu
membandingkan benda mati atau tidak dapat bergerak sehingga seperti tampak
bernyawa dan dapat berlaku seperti manusia. 

2.4 Puisi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

PEMBAHASAN

2.4  Jumlah
Majas Personifikasi

Pada
puisi “Bersamamu Ketika Senja”, terdapat (berapa) majas personifikasi, yakni:

a.       Sjdjbdjs

b.      Dssdnsdk

c.       Nsdnksdkn

d.      Nsdjs

Pada
puisi ”

2.5  Penggunaan
Majas Personfikasi

Penggunaan
majas personifikasi pada puisi “Besamamu Ketika Senja”, yakni:

 

a.        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 4

 PENUTUP

Simpulan

Saran 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Dosen, T. (2017). Buku Ajar Bahasa Indonesia .
Bandung: LSIPK Unisba .
Salleh, M. H.
(1977). Tradition and Change . Kuala Lumpur: Universiti Kebangsaan
Malaysia .
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Stuart!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out