Site Loader

Perubahan
Sosial-Ekonomi Masyarakat Urban

(Studi
Kasus : Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan)

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Disusun
Oleh :
FARDANI
GHINA HAYATI
NIM
4915144085
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2017

 

BAB I

PENDAUHULUAN

 

A.      
Latar
Belakang

Manusia merupakan makhluk sosial
yang selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia saling berinteraksi dan menjalin
hubungan-hubungan untuk membentuk suatu kesatuan masyarakat. Masyarakat itu sendiri merupakan
sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, cukup lama hidup bersama,
mendalami suatu wilayah tertentu, memiliki budaya yang sama, serta melakukan
sebagian besar kegiatannya didalam kelompok tersebut1.

Dinamika peradaban manusia dalam
sejarahnya selalu tumbuh berkembang secara dinamis. Setiap masyarakat pasti
mengalami perubahan, Perubahan didalam masyarakat akan selalu terjadi mesiki
perubahan tersebut tidaklah selalu mencolok ataupun berpengaruh bagi kehidupan.
Ada pun bentuk perubahan sosial yang bersifat cepat atau lambat. Perubahan
sosial dalam masyarakat terjadi dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang
ekonomi, sosial, teknologi maupun budaya.

Menurut
Gillin, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi
sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya
perubahan kondisi geografi, kebudayaan
material, komposisi penduduk, ideologi,
maupun adanya difusi atau
penemuan-penemuan baru dalam masyarakat2.
Perubahan tersebut dapat kita artikan bahwa setiap masyarakat akan berubah
dimana kondisi geografi, sosial dan ekonomi yang terjadi dimasyarakat juga
berubah. Perubahan-perubahan yang besar dalam masyarakat terjadi dalam semua
bidang kehidupan, seperti bidang ekonomi dan sosial.  Hal ini dapat tergambarkan pada masyarakat
kampung Petogogan yang mengalami perubahan dari segi sosial dan ekonomi.
Perubahan sosial ini terjadi karna adanya pembangunan kampung deret.

Kampung
deret terletak di Petogogan, Jakarta Selatan. Kampung deret ini awalnya
merupakan kampung kumuh, ditengah-tengah perkotaan. Pemprov DKI Jakarta mengubah kawasan perumahan
kumuh di RW 5 kelurahan Petogogan menjadi perumahan baru yang sama sekali tidak
kumuh pasca Program peremajaan Kampung Deret Petogogan. Wilayah yang sekarang
dikenal sebagai KDP ini pada awalnya (tahun 1950 –an) adalah lokasi bedeng
karyawan yang dilibatkan Kementerian PU untuk membangun Proyek Pembangunan Kota
Kebayoran Baru (1956) dan Kompleks Olah Raga Senayan (1960). Hampir sebagian
besar penduduk wilayah tersebut adalah orang-orang yang dulu bekerja di
Kementrian Pekerjaan Umum, yang berasal dari luar daerah DKI Jakarta. Pasca
berakhirnya kedua proyek besar tersebut, kawasan yang kemudian dikenal sebagai
kawasan PCK berubah menjadi lokasi permukiman, Status terakhir wilayah pemukiman
tersebut sebelum program peremajaan dan pembangunan kembali dikenal sebagai
kampung Petegogan. Keberadaan kampung di pusat kota Jakarta dipandang oleh para
perencana kota sebagai keganjilan yang mengganggu. Para perencana memandang
kampung yang berbatasan sebagai daerah kumuh, dan memutuskan penduduknya
dimukimkan kembali dalam flat-flat modern3.

Pembangunan itu sendiri merupakan suatu usaha
yang terencana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara.
Pembangunan nasional merupakan pekerjaan besar yang menuntut penerapan berbagai
ilmu, keahlian, pendekatan dan teknologi yang memadai untuk menciptakan masyarakat
adil dan makmur sesuai dengan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Setiap
negara pastinya melakukan pembangunan untuk negaranya, karena salah satu tolak
ukur kemajuan suatu negara dapat dilihat dari pembangunan yang dilakukan negara
tersebut.

Dalam
segi pembangunan secara fisik, pemerintah melakukan  suatu program yang ditujukan untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yaitu dengan melakukan sebuah program
pembangungan kampung deret. Program tersebut bertujuan untuk mengubah
rumah-rumah kumuh yang tidak layak huni menjadi rumah layak untuk ditempati.

Pembangunan
kampung deret yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat, ternyata
tidak sejalan dengan harapan. Kualitas hidup masyarakat dari segi
sosial-ekonomi malah menjadi menurun, peniliti menemukan banyak masyarakat yang
mengeluh dari segi ekonomi karena yang sebelumnya masyakarat mempunyai
penghasilan dari berdagang  setelah
adanya pembangunan kampung deret, warga tidak dapat meneruskan lagi usahanya
karena adanya keterbatasan tempat untuk membuka usaha.

Berdasarkan
latar belakang diatas yang dikemukakan, maka peneliti ingin mengetahui tentang
hal-hal apa saja yang melatarbelakangi proses perubahan sosial masyarakat.
Bedasarkan latar belakang diatas maka judul yang akan diangkat adalah
“Perubahan Sosial-Ekonomi Masyarakat Urban Kampung Deret Petogogan”.

B.    
Masalah
Penelitian

Berdasarkan
latar belakang diatas, maka peneliti telah merumuskan beberapa permasalahan
penelitian sebagai berikut :

1.      Bagaimana
proses perubahan sosial-ekonomi yang terjadi pada masyarakat Kampung Deret Petogogan,
Jakarta Selatan?

2.      Mengapa
terjadi penurunan pendapatan pada masyarakat Kampung Deret Petogogan, Jakarta
Selatan?

3.      Bagaiamana
upaya yang dilakukan dalam mengahadapi perubahan sosial-ekonomi yang terjadi
pada masyarakat Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan?  

C.   
Fokus
Penelitian

Dalam
penelitian Perubahan Sosial-Ekonomi Masyarakat Kampung Deret Tanah Tinggi
sangatlah luas cangkupannya. Oleh karna itu penelitian ini dibatasi fokusnya
supaya menjadi lebih terpusat, terarah dan mendalam. Dalam penelitian ini yang
menjadi fokus penelitiannya adalah :

1.     
Bagaimana proses perubahan
sosial-ekonomi yang terjadi pada masyarakat Kampung Deret Petogogan, Jakarta
Selatan.

a.       Proses
perubahan Kampung Deret

b.      Proses
perubahan Sosial-Ekonomi

2.      Mengapa
terjadi penurunan pendapatan pada masyarakat Kampung Deret Petogogan, Jakarta
Selatan.

a.      
Faktor Internal

b.     
Faktor Eksternal

3.      Bagaiamana
upaya yang dilakukan dalam mengahadapi perubahan sosial-ekonomi yang terjadi
pada masyarakat Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan.

a.      
Upaya Masyarakat

b.     
Upaya Pemerintah

D.   
Tujuan
dan Kegunaan Penelitian

1.      Tujuan
penelitian ini adalah untuk :

a.   
Mengetahui Bagaimana perubahan
sosial-ekonomi yang terjadi pada masyarakat kampung deret Petogogan, Jakarta
Selatan

b.  
Mengetahui apa saja dampak perubahan
sosial-ekonomi di Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan?

2.      Kegunaan
hasil penelitian

a.    Kegunaan
Teoritis

     Hasil penelitian ini diharapkan dapat
bermanfaat untuk perkembangan pengetahuan dibidang pendidikan, khususnya
Pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), serta untuk dijadikan acuan
penelitian selanjutnya terkait perubahan sosial masyarakat.

b.  
Kegunaan Praktis

1)           
Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan informasi kepada masyarakat pada umumnya dan pemerintah pada
khususnya mengenai gambaran Perubahan Sosial-Ekonomi Masyarakat Kampung Deret
Tanah Tinggi

2)           
Dapat meningkatkan pengetahuan
mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Pendidikan IPS tentang Perubahan
Sosial-Ekonomi Masyarakat Kampung Deret Tanah Tinggi dan melatih kepekaan dalam
masalah sosial serta menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh kepada masyarakat.

 

E.     TINJAUAN PUSTAKA

1.      Tinjauan Tentang Perubahan Sosial-
Ekonomi

a.   Konsep Perubahan Sosial

                  Dalam
kehidupan bermasyarakat, manusia pasti mengalami perubahan. Perubahan itu
biasanya terjadi karna adanya sekolompok manusia yang mempunyai rasa membangun
yang selalu menginginkan kemajuan mengikuti zaman. Perubahan memiliki pengaruh
yang luas maupun terbatas. Perubahan ada yang bersifat lambat maupun bersifat
cepat. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interkasi antar orang,
organisasi atau komunitas. Perubahan sosial menyangkut struktur sosial, pola
nilai dan norma serta pernan4

                  Menurut Willian F. Ogburn dan
Meyer F. Nimkoff sebagaimana yang dikutip oleh Soerjono Soekanto menyatakan
bahwa ruang lingkup perubahan sosial itu meliputi unsur-unsur kebudayaan baik
yang material maupun immaterial. Kingsley Davis menyatakan bahwa perubahan sosial
adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat5.

                  Gillin Jhon dan Jhon Philip
Gillin dalam Sujono Sukanto berpendapat bahwa perubahan sosial adalah suatu
variasi dari cara hidup yang telah diterima. Perubahan-perubahan itu terjadi
baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material,
komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun
penemuan-penemuan baru dalam masyarakat6.

                  Sedangkan
menurut Samuel Koenig, perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi
yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi itu
terjadi karena berbagai sebab, baik sebab-sebab intern maupun sebab-sebab
ekstern7.

            Harper perubahan sosial
didefinisikan sebagai pergantian yang signifikan mengenai struktur sosial dalam
kurun waktu tertentu8.

                  Talcott Parsons, sebagaimana
yang dikutip oleh Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa proses kelangsungan
informasi dan energi antara pelbagai sistem aksi memberikan peluang bagi
terjadinya perubahan di dalam sistem aksi atau pada hubungan antara pelbagai sistem
aksi tersebut. Salah satu sumber perubahan itu adalah ekses informasi9.

                  Robert H. Lauer mendefinisikan
perubahan sosial sebagai suatu konsep inklusif yang menunjuk kepada perubahan
gejala sosial berbagai tingkat kehidupan manusia, dan mulai dari individual
sampai globa10.

                  Selanjutnya, Soerjono Soekanto
mengutip pendapat Selo Soemardjan, bahwa perubahan sosial adalah segala
perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang
mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola
perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat11.

                  Dari
beberapa definisi tokoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan yang
terjadi dalam struktur masyarakat yang dapat mempengaruhi pola interaksi sosial
didalam suatu yang dapat bersifat membangun karakter manusia menuju proses yang
lebih baik atau malah sebaliknya. Perubahan sosial itu berpengaruh pada seluruh
bidang mulai dari ekonomi, sosial maupun budaya.

b.      Bentuk- Bentuk Perubahan Sosial

      Berdasarkan dimensi waktu, dampak, dan prosesnya perubahan
sosial dalam masyarakat dapat di bedakan dalam beberapa bentuk, yaitu12
:

1)        
Menurut dimensi waktu perubahan sosial
dapat dibedakan menjadi dua, perubahan cepat (revolusi) dan perubahan lambat (evolusi).
 Tidak ada ukuran waktu yang baku tentang
lambat dan cepatnya perubahan yang terjadi. Sifatnya relatif, artinya perubahan
yang satu lebih lambat atau lebih cepat dibandingkan perubahan lainnya.

a)     
Perubaan Cepat (Revolusi)

     Revolusi adalah wujud perubahan sosial yang paling spektakuler,
sebagai tanda perpecahan mendasar dalam proses historis, pembentukan ulang
masyarakat dari dalam dan pembentukan ulang manusia13.
Revolusi salah satu perubahan sosial yang bersifat cepat. Perubahan ini terjadi
bisa karena sudah direncanakan sebelumnya atau tidak sama sekali. Revolusi
biasanya diawali oleh ketegangan dan konflik dalam masyarakat. Seperti
revolusi industri di Inggris, revolusi ini merupakan sebuah titik balik dalam
sejarah hampir seluruh aspek kehidupan mulai berubah. Revolusi di inggris ini
diwarnai dengan banyak konflik dan ketegangan.

b)     
Perubahan Lambat (Evolusi)

Evolusi merupakan
perubahan yang bersifat lambat. Selain itu evolusi menganggap bahwa perubahan
sosial merupakan gerakan searah seperti garis lurus. seperti garis lurus.
Masyarakat berkembang dari masyarakat primitif menuju masyarakat maju. Dengan
kata lain, masa depan masyarakat dunia sudah jelas dan dapat diramalkan, yakni
pada suatu ketika kelak, dalam masa peralihan yang relatif panjang, dunia akan
menjadi masyarakat maju. Kedua, teori evolusi membaurkan antara pandangan
subjektifnya tentang nilai dan tujuan akhir perubahan sosial14.

 

2)      Dilihat dari dimensi dampak
yang ditimbulkan, perubahan sosial dibedakan antara perubahan kecil dan
perubahan besar.

a)Perubahan Kecil

Dikatakan
perubahan kecil bila mana tidak menimbulkan dampak perubahan yang mendasar pada
berbagai aspek sosial dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya perubahan dalam
model pakaian, model rambut, model tas, model sepatu dan lain-lain, yang tidak
berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan karna tidak menimbulkan
perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

b)      Perubahan Besar

Perubahan besar dalam sebuah masyarakat merupakan
perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh
langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, perkembangan teknologi komunikasi dan
industrialisasi cenderung berdampak besar dan signifikan dalam pola kehidupan
masyarakat sosial, interaksi sosial, dan hubungan kerja.

3)      Jika dilihat dari dimensi
proses, perubahan sosial dapat dibedakan antara perubahan yang dikehendaki atau
atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan.
Ada kemungkinan kedua bentuk perubahan yang berlawanan ini berlangsung bersama-
sama  sehingga perubahan yang tidak
dikehendaki ini dapat berpengaruh buruk terhadap perubahan yang di kehendaki

a)      Perubahan yang
dikehendaki atau direncanakan ini memang sengaja direncanakan oleh pihak- pihak
yang ingin melakukan perubahan (agent of
change) untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya perubahan yang dilakukan
pemerintah untuk membangun kampung deret, ini merupakan salah satu contoh dari
perubahan yang direncanakan karna pemerintah merencanakan dan dengan tujuan
tertentu.

b)      Perubahan
yang tidak direncanakan ialah perubahan yang berlangsung di luar kehendak dan
pengawasan masyarakat. Perubahan ini biasanya menimbulkan pertentangan yang
merugikan kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Misalnya, urbanisasi yang
terjadi di Indonesia, tanpa dikehendaki dan direncanakan urbanisasi ini
terjadi.

 

c.      
Faktor-
Faktor Perubahan Sosial

Dalam
proses perubahan sosial yang terjadi di masyarakat selalu ada faktor- faktor
yang mempengaruhinya. Secara teoritis faktor- factor tersebut dapat
dikelompokan ke dalam factor penyebab, pendorong dan penghambat perubahan
sosial.

1)      Faktor-faktor
Penyebab Perubahan sosial

   Faktor penyebab utama perubahan sosial dan
kebudayaan dapat dibedakan  antara  faktor internal 
dan  eksternal. Faktor internal bersumber dari dalam masyarakat
(sistem sosial), sedangkan faktor eksternal datangnya dari luar masyarakat
(sistem sosial) yang bersangkutan.

a)      Faktor internal

(1)     
Inovasi

     Prosesnya dimulai
dengan adanya temuan- temuan baru dibidang ilmu pengetahuan.. Temuan baru ini
lazim disebut discovery yang lebih dimaksudkan
untuk ilmu pengetahuan dasar dan bukan dimaksudkan untuk pemecahan maslaah dimasyarakat.
Dari temuan baru ini kemudian berkembang
menjadi invention yang dikaitkan dengan pemecahan masalah. Discovery ini akan menjadi invention, jika masyarakat sudah
mengakui, menerima dan menggunakan penemuan baru tersebut.  Proses penerimaan suatu inovasi oleh
masyarakat lazimnya melalui proses difusi dan adopsi. Proses difusi ini
merupakan proses penyebaran inovasi dalam suatu system sosial atau masyarakat. Sedangkan
adopsi merupakan suatu proses penerimaan atau penerapan inovasi oleh anggota system
sosial.

(2)      Penduduk

 

1 Arif Satria, Pengantar Sosiologi Masyarakat. Pesisir, (Jakarta: Cidesindo, 2002),
hlm 8.

2 Jacobus Rajabar, Perubahan Sosial Dalam Teori Makro,
(Bandung: Alfabeta,2008), hlm 16.

3 Lea Jellinek, Seperti Roda Berputar Perubahan Sosial
Sebuah Kampung di Jakarta, (Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 1995), hlm 2.

4 Pudjiwati Sajagyo, Sosiologi Pembangunan, (Jakarta:
Fakultas Pascasarjana IKIP Jakarta), hlm. 119.

5 Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis
Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipt,2000),
hlm 3-5.

6 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta:
Rajawali Press, 1990), hlm 335-336.

7 Ibid, hlm. 337

8 Nanang Martono, Sosiologi Perubahan Sosial, (Jakarta:
Rajawali Pers, 2016),hlm 5.

9 Soerjono Soekanto, Seri Pengenalan Sosiologi 4, Talcott
Parsons, Fungsionalisme Imperatif, (Jakarta: Rajawali Press, 1986), hlm.
53.

10 Jacobus Rajabar, Perubahan Sosial Dalam Teori Makro, (Bandung:
Alfabeta, 2008), hlm. 15-16.

11 Ibid

12 Darsono Wisadirana, Perspektif Moderenisasi dan Perubahan Sosial,
(Malang: Universitas Brawijaya Press, 2011), hlm 21.

13 Akhmad Asep, Dampak Industri Terhadap Perubahan Sosial
dan Ekonomi Masyarakat di Desa Tobat Kecamatan Balaraja Tanggerang Banten, (Jakarta:
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014), hlm 11-12

14 Baharudin, Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan, (Pontianak: Institut
Agama Islam Negeri Pontianak,2017), hlm 3-4

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Stuart!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out